Minggu, 12 Juli 2015

AUDITING

Auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan menilai bukti-bukti secara objektif, yang berkaitan dengan asersi-asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Definisi di atas mengandung arti yang luas dan berlaku untuk segala macam jenis auditing atau pengauditan yang memiliki tujuan berbeda-beda. Adapun kalimat-kalimat kunci dalam definisi auditing di atas adalah sebagai berikut:
1.      Proses yang Sistematis: Mengandung makna sebagai rangkaian langkah atau prosedur yang logis, terencana, dan terorganisasi.
2.      Memperoleh dan Menilai Bukti Secara Obyektif: Mengandung arti bahwa auditor memeriksa dasar­-dasar yang dipakai untuk membuat asersi atau pernyataan oleh manajemen dan melakukan penilaian tanpa sikap memihak.
3.      Asersi-asersi tentang Tindakan-tindakan dan Kejadian­kejadian Ekonomi: Asersi atau pernyataan tentang kejadian ekonomi yang merupakan informasi hasil proses akuntansi yang dibuat oleh individu atau suatu organisasi. Hal penting yang perlu dicatat adalah bahwa asersi-asersi tersebut dibuat oleh penyusun laporan keuangan, yaitu manajemen perusahaan atau pemerintah, untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan, jadi bukan merupakan asersi dari auditor.
4.      Tingkat Kesesuaian antara Asersi-asersi dengan Kriteria yang Telah Ditetapkan: Secara spesifik memberikan alasan mengapa auditor tertarik pada pernyataan atau asersi dan bukti-bukti pendukungnya. Namun agar komunikasi tersebut efisien dan dapat dimengerti dengan bahasa yang sama oleh para pengguna, maka diperlukan suatu kriteria yang disetujui bersama. Dalam audit laporan keuangan, kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat kesesuaian adalah Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU).
5.      Mengkomunikasikan Hasilnya kepada Pihak-pihak yang Berkepentingan: Kegiatan terakhir dari suatu auditing atau pengauditan adalah menyampaikan temuan-temuan dan hasilnya kepada pengambil keputusan. Hasil dari auditing disebut atestasi atau pernyataan pendapat (opini) mengenai kesesuaiannya antara asersi atau pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan, yaitu prinsip akuntansi berterima umum (PABU).

Auditing eksternal internasional merupakan profesi independen yang memberikan jasa nilai tambah global untuk jasa seperti misalnya konsultasi pajak, pelatihan, pemeriksaan system poengendalian uang, dan jasa akuntansi.
Perusahaan yang merambah lingkup internasional juga akan membutuhkan para konsultan keuangan internasional. Ini mendorong akuntan professional untuk mengorganisasi diri kedalam organisasi global yang memberikan kisaran jasa yang luas di seluruh dunia.

Profesi Akuntansi dan Auditing
Keberhasilan auditing memerlukan tiga persyaratan penting, yaitu :
1.        Pribadi yang cakap dan indepeden
2.        Informasi yang dapat dikuantifikasi dan diverifikasi
3.        Kriteria yang mapan yang berupa standar auditing
Persyaratan ini diperlukan untuk auditing domestik maupun auditing internasional. Yang perlu diperhatikan adalah adanya perbedaan mengenai jalan yang harus ditempuh untuk menjadi seorang auditor, bentuk dan isi laporan keuangan, serta standar auditor. Faktor-faktor ini menjadi masalah dalam auditing lintas Negara.
Sebagai contoh, apakah mungkin bagi auditor perusahaan BMW Jerman untuk berpegang pada opini auditor AS untuk sebuah cabang BMW di AS, mengingat bahwa PABU AS berbeda dengan PABU Jerman, sehingga kualifikasi auditor AS juga berbeda dengan kualifikasi auditor Jerman, dan bahwa standar auditing di AS juga berbeda berbeda dengan  standar auditing di Jerman. Kualitas auditing disetiap Negara ditentukan oleh sejumlah factor, seperti reputasi profesi akuntansi dan auditing, kualitas system pendidikan, dan proses sertifikasi. Reputasi profesi tersebut untuk menarik orang-orang yang cakap, sementara system pendidikan mencerminkan pelatihan khusus yang diberikan kepada para kandidat potensial yang akan menekuni profesi akuntansi.
Proses pemberian lisensi disejumlah Negara, termasuk Indonesia, dilaksanakan oleh sector swasta, sementara di sjumlah Negara lain dilaksanakan oleh sector publik. Di AS, masing-masing Negara bagian berhak untuk memberikan sertifikat kepada para kandidat, dan masing-masing Negara bagian tersebut menentukan termin pendidikan dan persyaratan pengalaman yang berbeda.
Serifikasi di Inggris juga dilaksanakan oleh sector swasta, tetapi di Jerman dan Perancis, pemerintah jauh lebih banyak terlibat dalam proses sertifikasi tersebut.proses lisensi atau pemberian sertifikat juga merupakan sebuah fungsi dari sejumlah factor lain, seperti misalnya identifikasi kandidat, persyaratan pendidikan, persyaratan pengalaman, dan ujian. Sertifikasi juga mempunyai aspek untuk menunjukan kemampuan akuntan pemegang sertifikat di sebuah Negara untuk berpraktik di Negara lain.

Soal:
1.      Auditor memeriksa dasar­dasar yang dipakai untuk membuat asersi atau pernyataan oleh manajemen dan melakukan penilaian tanpa sikap memihak adalah definisi auditing
a.       Proses yang sistematis
b.      Memperoleh dan menilai bukti secara obyektif
c.       Tingkat kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan
d.      Mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan
2.      Keberhasilan auditing memerlukan tiga persyaratan penting, yaitu
a.       Pribadi yang cakap dan indepeden
b.      Informasi yang dapat dikuantifikasi dan diverifikasi
c.       Kriteria yang mapan yang berupa standar auditing
d.      Semua jawaban benar
3.      Kualitas auditing disetiap Negara ditentukan oleh sejumlah factor, seperti
a.       reputasi profesi akuntansi dan auditing
b.      kualitas system pendidikan
c.       Jawaban a dan b benar
d.      Jawaban a dan b salah
4.      Profesi independen yang memberikan jasa nilai tambah global untuk jasa seperti misalnya konsultasi pajak, pelatihan, pemeriksaan system poengendalian uang, dan jasa akuntansi definisi dari
a.       Auditing
b.      Auditing internal internasional
c.       Auditing eksternal internasional
d.      Semua jawaban salah
5.      Rangkaian langkah atau prosedur yang logis, terencana, dan terorganisasi disebut
a.       Proses yang sistematis
b.      Memperoleh dan menilai bukti secara obyektif
c.       Tingkat kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan
d.      Mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan

Sumber:
Sunardi dan Danang Sunyoto. 2011. Akuntansi Internasional. Amara Book. Yogyakarta



Sabtu, 27 Juni 2015

PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN

Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktik akuntansi manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja, serta koordinasi operasi global melalui usaha patungan (joint ventures) dan kaitan strategik lainnya. Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan multinasional untuk tidak hanya menerapkan teknik akuntansi internal yang dapat dibandingkan, tetapi juga menggunakan teknik-teknik ini dengan cara yang sama.

PEMBUATAN MODEL USAHA
Survey terbaru menemukan bahwa akuntan manajemen mengahabiskan lebih banyak waktu dalam masalah perencanaan strategis dibandingkan dengan masa sebelumnya. Penentuan model usaha merupakan gambaran besar, dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan dan evaluasi rencana bisnis jangka panjang suatu perusahaaan. Hal ini mencakup empat dimensi utama yaitu
a.       mengidentifikasi faktor-faktor utama yang relevan terhadap kemajuan perusahaan di masa depan.
b.      merumuskan teknik yang memadai untuk meramalkan perkembangan masa depan dan menganalisis kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri atau memanfaatkan perkembangan tersebut.
c.       mengembangkan sumber-sumber data untuk mendukung pilihan-pilihan strategis.
d.      mentranslasikan pilihan-pilihan tertentu menjadi serangkaian tindakan yang spesifikasi.

ALAT PERENCANAAN
Dalam mengidentifikasikan faktor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian terhadap lingkungan eksternal dan internal akan membantu perusahaan mengenali tantangan dan kesempatan yang ada. Baik pesaing dan kondisi pasar dianalisis untuk melihat pengaruh keduanya terhadap kedudukan persaingan dan tingkat keuntungan perusahaan. Salah satu alat tersebut adalah analisis WOTS-UP. Analisis ini menyangkut kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan.
Alat keputusan ini digunakan dalam sistem perencanaan strategi dimana seluruhnya bergantung pada kualitas informasi tentang lingkungan internal dan eksternal suatu perusahaan. Akuntan dapat membantu para perencana perusahaan untuk memperoleh data.

PENGANGGARAN MODAL
Keputusan untuk melakukan investasi luar negeri merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi global sebuah perusahaan mutinasional. Investasi asing langsung umumnya melibatkan sejumlah besar modaldan prospek yang tidak pasti. Risiko investasi diikuti oleh lingkungan yang asing, rumit, dan senantiasa berubah. Perencanaan formal merupakan suatu keharusan dan umumnya dilakukan dalam suatu kerangka penganggaran modal yang membandingkan manfaat dan biaya investasi yang diusulkan.
Dalam lingkungan internasional, perencanaan investasi tidak sesederhana itu. Perbedaan dalam hukum pajak, sistem akuntansi, laju inflasi, risiko nasionalisasi, kerangka mata uang, segmentasi pasar, pembatasan dalam pengalihan laba ditahan dan perbedaan dalam bahasa dan budaya menambah unsur-unsur kerumitan yang jarang ditemui dalam lingkungan domestik. Kesulitan untuk melakukan kuantifikasi atas data-data tersebut membuat masalah yang ada bertambah buruk.

BIAYA MODAL MULTINASIONAL
Jika investasi luar negeri dievaluasi dengan menggunakan model arus kas terdiskonto, maka tingkat diskonto yang tepat harus dikembangkan. Teori penganggaran modal secara khusus menggunakan biaya modal perusahaan sebagai tingkat diskontonya, dengan demikian suatu proyek harus menghasilkan pengembalian yang setidaknya sama dengan biaya modal perusahaan agar dapat diterima. Tingkat patokan (hurdle rate) ini berkaitan dengan proporsi utang dan ekuitas dalam struktur keuangan perusahaan sebagai berikut.
Tidaklah mudah untuk mengukur biaya modal sebuah perusahaan multinasional. Biaya modal ekuitas dapat dihitung dengan beberapa cara. Satu metode yang populer menggabungkan ekspektasi pengembalian dividen dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan dividen. Dengan mengasumsikan Di = ekspektasi dividen per lembar saham pada akhir periode. Po = harga pasar kini saham pada awal periode dan g = ekspektasi tingkat pertumbuhan dalam dividen, biaya ekuitas, Ke dihitung sebagai berikut Ke = Di/Po + g. Meskipun modal untuk mengukur harga kini saham, di kebanyakan negara di mana saham-saham perusahaan multinasional tercatat, seringkali cukup sukar untuk mengukur Di dan g. Pertama-tama karena Di merupakan ekspektasi. Ekspektasi dividen tergantung pada arus kas operasi perusahaan secara keseluruhan. Pengukur arus kas ini diperumit oleh pertimbangan faktor-faktor lingkungan. Terlebih lagi pengukuran tingkat pertumbuhan dividen suatu fungsi ekspektasi arus kas masa depan diperumit oleh kontrol valuta asing dan restriksi pemerntah lainnya dalam transfer dana lintas batas.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Isu yang Berkaitan dengan Sistem.
Jarak merupakan kerumitan yang jelas terlihat. Disebabkan oleh keadaan geografis, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antar manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat.
Tiga strategi teknologi informasi global, yang masing-masing berhubungan dengan jenis organisasi multinasional tertentu. Keberhasilan yang dicapai tergantung pada kesesuaian rancangan system dengan strategi perusahaan:
a.       penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi. Digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas dan system informasi domestik mendominasi kebutuhan
b.      penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah. Anak perusahaan lokal diberi kendali yang signifikan atas pengembangan strategi teknologi infomasi dan system terkait mereka sendiri.
c.       Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi. Disini strategi teknologi informasi global lokal dijalankan oleh perusahaan global dengan aliansi strategi di seluruh dunia. System informasi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan perusahaan yang disesuaikan dengan keadaan lokal.

MASALAH INFORMASI
Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusutan dan penyampaian tepat waktu.
Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilakn secara translasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen doalr agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.

ISU-ISU DALAM PENGENDALIAN KEUANGAN
Pengendalian keuangan dan evaluasi kinerja. Pertimbangan ini juga sama pentingnya karena memungkinkan para manajer keuangan untuk :
1.        Mengimplementasikan strategi keuanagn global sebuah MNE
a.       Mengevaluasi sejauh mana strategi yang terpilih memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
b.      Memberikan motivasi kepada manajemen dan karyawan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan perusahaan seefektif dan seefisien mungkin.
2.        System pengendalian manajemen bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang paling efektif dan paling efisien. Sebaliknya system pengendalian keuangan merupakan system pengukuran kauntitatif dan komunikasi yang memfasilitasi penegndalian melalui :
a.       Komunikasi tujuan-tujuan keuangan secara tepat di dalam organisasi
b.      Memperinci kriteria dan standar dalam evaluasi kinerja
c.       Mengawasi kinerja
d.      Mengkomunikasikan penyimpanan antara kinerja aktual dan neraca kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

SISTEM PENGENDALIAN DOMESTIK VS MULTINASIOANAL
Sejumlah studi menunjukan bahwa sistem yang digunakan banyak perusahaan multinasional untuk mengendalikan operasi luar negerinya dalam banyak hal sama dengan yang digunakan secara domestic. David Hawkins menawarkan empat alasan dasar untuk hal ini :
a.       Pertimbangan kontrol keuangan jarang sekali merupakan sesuatu yang penting dalam tahap-tahap awal pendirian operasi luar negeri.
b.      Umumnya akan lebih murah untuk menggunakan sistem domestik dari pada harus membuat dari awal keseluruhan sistem yang direncanakan untuk operasi luar negeri.
c.       Untuk menyederhanakan penyusunan dan analisis laporan keuangan konsolidasi, pihak kontroler perusahaan harus menegaskan bahwa seluruh anak perusahaan yang beroperasi menggunakan format dan daftar yang sama untuk mencatat dan mengirimkan data keuangan dan operasi.
d.      Mantan eksekusi domestik yang bekerja pada operasi luar negeri dan atasan perusahaan mereka akan lebih nyaman jika mereka dapat terus menggunakan sebnayak mungkin system penegndalian domestik umumnya karena mereka mencapai tingkat manajemen tertinggi denagn menguasai sistem domestik.
PENGANGGARAN OPERASIONAL
Setelah tujuan strategis dan anggaran modal terbuat, selanjutnya manajemen memfokuskan diri pada perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mencakup pembuatan anggaran operasional atau rencana laba apabila diperlukan dalam organisasi. Rencana laba ini merupakan dasar bagi peramalan manajemen kas, keputusan operasi, dan skema kompensasi manajemen.
Kinerja keuangan suatu operasi luar negeri dapat diukur dalam mata uang lokal, mata uang negara asal, atau kedua-duanya. Mata uang yang digunakan dapat memiliki pengaruh yang signifikan pada saat menilai kinerja suatu unit luar negeri dan manajernya. Nilai mata uang yang berfluktuasi dapat mengubah laba ketika diukur dalam mata uang lokal dan akan menjadi karugian ketika dinyatakan dalam mata uang negara asal. Tiga kurs yang mungkin dapat digunakan ketika menyusun draft anggaran operasional pada awal periode :
a.       Kurs spot yang berlaku ketika anggaran disuusun
b.      Suatu kurs yang diperkirakan akan berlaku pada akhir periode anggaran (kurs proyeksi)
c.       Kurs pada akhir periode jika anggaran disesuaikan jika kurs berubah (kurs penutupan)

KONSEP BIAYA STANDAR DAN KAIZEN
Sistem penentuan biaya standar mencoba untuk meminimalkan varians antara biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual. Penentuan biaya kaizen menekankan untuk melakukan apa ynag diperlukan untuk mencapai tingkatan kinerja yang diinginkan dalam kondisi pasar yang kompetitif.

Konsep Biaya Standar
Konsep Biaya Kaizen
Pengendalian biaya
Pengurangan biaya
Diterapkan pada kondisi manufaktur yang ada
Diterapkan pada perbaikan manufaktur secara terus-menerus
Tujuan : kesesuaian dengan standar kinerja
Tujuan : mencapai target pengurangan biaya
Standar ditentukan tiap tahun
Target pengurangan biaya ditentukan setiap bulan
Analisis varians didasarkan pada aktual vs standar
Analisis varians didasarkan pada pengurangan biaya secara konstan
Melakukan investigasi apabila standar tidak terpenuhi
Melakukan investigasi jika target biaya tidak tercapai

EVALUASI KINERJA OPERASI LUAR NEGERI
Mengevaluasi kinerja merupakan pusat dari sistem pengendalian yang efektif. Sistem evaluasi kinerja yang dirancang dengan tepat memungkinkan manajemen puncak untuk:
a.       Mempertimbangkan profitabilitas operasi yang ada.
b.      Menentukan area yang memiliki kinerja tidak seperti yang diharapkan.
c.       Mengalokasikan sumber-sumber daya perusahaan yang terbatas dengan produktif.
d.      Mengevaluasi kinerja manajemen.
e.       Memastikan perilaku manajemen konsisten dengan prioritas strategi.

Soal:
1.      Sistem pengendalian keuangan merupakan system pengukuran kauntitatif dan komunikasi yang memfasilitasi penegndalian melalui
a.       Komunikasi tujuan-tujuan keuangan secara tepat di dalam organisasi
b.      Memperinci kriteria dan standar dalam evaluasi kinerja
c.       Mengawasi kinerja
d.      Semua jawaban benar
2.      Digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas dan system informasi domestik mendominasi kebutuhan merupakan tujuan dari rancangan sistem dengan strategi perusahaan
a.       Penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi
b.      Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah
c.       Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi
d.      Tidak ada jawaban yang tepat
3.      System informasi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan perusahaan yang disesuaikan dengan keadaan lokal merupakan tujuan dari rancangan sistem dengan strategi perusahaan
a.       Penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi
b.      Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah
c.       Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi
d.      Tidak ada jawaban yang tepat

4.      Sistem evaluasi kinerja yang dirancang dengan tepat memungkinkan manajemen puncak untuk
a.       Mempertimbangkan profitabilitas operasi yang ada.
b.      Menentukan area yang memiliki kinerja tidak seperti yang diharapkan.
c.       Jawaban a dan b benar
d.      Jawaban a dan b salah
5.      Tiga kurs yang mungkin dapat digunakan ketika menyusun draft anggaran operasional pada awal periode adalah
a.       Kurs spot yang berlaku ketika anggaran disuusun
b.      Suatu kurs yang diperkirakan akan berlaku pada akhir periode anggaran (kurs proyeksi)
c.       Kurs pada akhir periode jika anggaran disesuaikan jika kurs berubah (kurs penutupan)
d.      Semua jawaban benar

Sumber : 
Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. Salemba Empat. Jakarta

Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Buku 2 Edisi 6. Salemba Empat. Jakarta