Kamis, 04 Juni 2015

AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA (INFLASI)

Definisi Perubahan Harga
Untuk memahami makna istilah perubahan harga (changing prices), harus dibedakan antara pergerakan harga umum dan pergerakan harga spesifik, yang keduanya masuk dalam istilah perubahan harga itu.
1.        Perubahan harga umum
Suatu perubahan harga umum terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Unit-unit moneter memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian daya beli. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut deflasi (deflation).
2.        Perubahan harga spesifik
Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran.

Mengapa Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan Selama Periode Perubahan Harga?
Selama periode inflasi, nilai aktiva yang dicatat sebesar biaya akuisisi awalnya jaang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aktiva yang dinyatakan lebih rendah menghasilkan beban yang dinilai lebih rendah dan laba yang dinilai lebih tinggi.
Dari sudut pandang manajemen, ketidakakuratan pengukuran ini mendistorsi:
1.        Proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis.
2.        Anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja.
3.        Data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan.
Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan:
1.        Kenaikan dalam proporsi pajak.
2.        Permintaan dividen lebih banyak dari pemegang saham.
3.        Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para pekerja.
4.     Tindakan yang merugikan dari Negara tuan rumah (seperti pengenaan pajak keuntungan yang sangat besar).
Kegagalan untuk menyesuaikan data keuangan perusahaan terhadap perubahan dalam daya beli unit moneter juga menimbulkan kesulitan bagi pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan kinerja operasi perusahaan yang dilaporkan.
Fungsi mengakui pengaruh inflasi secara eksplisit yaitu :
1.      Pengaruh perubahan harga sebagian bergantung pada transaksi dan keadaan yang dihadapi suatu perusahaan. Para pengguna tidak memiliki informasi yang lengkap mengenai faktor-faktor ini.
2.      Mengelola masalah yang ditimbulkan oleh perubahan harga bergantung pada pemahaman yang akurat atas permasalahan tersebut. Pemahaman yang akurat memerlukan kinerja usaha yang dilaporkan dalam kondisikondisi yang memperhitungkan pengaruh perubahan harga.
3.        Laporan dari para manajer mengenai permasalahan yang disebabkan oleh perubahan harga lebih mudah dipercaya apabila kalangan usaha menerbitkan informasi keuangan yang membahas masalah-masalah tersebut.

Jenis Penyesuaian Inflasi
Setiap jenis perubahan harga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap ukuran-ukuran posisi keuangan dan kinerja operasi suatu perusahaan.
1.        Penyesuaian Tingkat Harga Umum
Jumlah mata uang yang disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum (daya beli) disebut mata uang konsatan biaya historis atau ekuivalen daya beli umum. Sebagai contoh, selama periode kenaikan harga, aktiva berumur panjang yang dilaporkan didalam neraca sebesar biaya akuisisi awalnya dinyatakan dalam mata uang nominal. Apabila biaya historisnya tersebut dialokasikan terhadap laba periode kini (dalam bentuk beban depresiasi), pendapatan, yang mencerminkan daya beli kini, ditandingkan dengan biaya yang mencerminkan daya beli (yang lebih tinggi) dari periode terdahulu saat aktiva tersebut dibeli. Oleh sebab itu, jumlah nominal harus disesuaikan untuk perubahan dalam daya beli umum uang agar dapat ditandingkan secara tepat dengan transaksi kini.
Indeks Harga
§  Perubahan tingkat harga umum biasanya diukur dengan tingkat harga.
§  Suatu indeks harga adalah rasio biaya.
Penggunaan Indeks Harga
§  Angka indeks harga digunakan untuk mentranslasikan jumlah uang yang dibayarkan selama periode terdahulu menjadi ekuivalen daya beli pada akhir periode.
§  Angka – angka tingkat harga yang telah disesuaikan tidak mewakili biaya kini pos-pos yang dimaksud atau angka-angka tersebut masih merupakan biaya historis, angka – angka biaya historis hanya disajikan ulang dalam unit pengukuran yang baru – daya beli umum pada akhir periode.
2.        Penyesuaian Biaya Kini
Model biaya kini berbeda dengan akuntansi yang konvesional dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode (tanpa memperhitungkan komponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan kapasitas produktif atau modal fisik perusahaan.

Keuntungan Dan Kerugian
1.        Inflasi
Perlakuan keuntungan dan kerugian pos-pos moneter (yaitu kas, piutang, dan utang) tergolong kontroversial. Penelitian kami terhadap praktik di berbagai negara mengungkapkan perbedaan yang penting dalam hal ini.
Di Amerika, keuntungan atau kerugian pos-pos moneter ditentukan dengan menyajikan ulang dalam dolar konstan, saldo awal dan saldo akhir. Serta transaksi dalam, seluruh aktiva dan kewajiban moneter (termasuk utang jangka panjang), angka yang dihasilkan diungkapkan sebagai saldo terpisah. Perlakuan ini memandang keuntungan dan kerugian pos-pos moneter sebagai hal yang berbeda dari jenis pendapatan yang lain.
2.      Kepemilikan
Akuntansi untuk biaya kini membagi total laba menjadi 2 bagian :
§    Laba operasi (perbedaan antara pendapatan kini dan biaya kini sumber daya yang dikonsumsi).
§  Keuntungan yang belum direalisasi yang imbul dari kepemilikan aktiva nonmoneter dengan nilai pengganti yang meningkat bersamaan dengan inflasi.
Kenaikan dalam biaya penggantian aktiva operasi yaitu proyeksi arus keluar yang lebih tinggi untuk mengganti peralatan, bukanlah suatu keuntungan baik itu direalisasikan atau tidak. Apabila laba berbasis biaya kini mengukur perkiraan kekayaan perusahaan yang dapat digunakan, maka perubahan biaya kini persediaan, aktiva tetap dan aktiva operasi lainnya merupakan revaluasi equitas pemilik yang merupakan bagian dari laba yang harus disimpan oleh perusahaan untuk mempertahankan modal fisiknya.

Akuntansi Untuk Inflasi Diluar Negeri
Para investor memberi perhatian terhadap potensi perusahaan untuk menghasilkan deviden, karena nilai investasi mereka sangat tergantung pada deviden dimasa depan. Potensi suatu perusahaan untuk menghasilkan deviden berkaitan langsung dengan kapasitasnya untuk memproduksi barang dan jasa. Jika suatu perusahaan mempertahankan kapasitas produksinya, baru ada suatu deviden masa depan yang dapat dipertimbangkan. Menyajikan ulang akun-akun perusahan luar negeri dan domestik menjadi ekuivalen harga kini akan menghasilkan informasi yang relevan dengan keputusan. Informasi ini memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin yang menyangkut deviden dimasa depan. Jauh lebih mudah untuk membandingkan dan mengevaluasi hasil konsolidasi seluruh perusahaan daripada yang dilakukan dewasa ini.

Soal:
1.        Fungsi mengakui pengaruh inflasi secara eksplisit yaitu
a.    Pengaruh perubahan harga sebagian bergantung pada transaksi dan keadaan yang dihadapi suatu perusahaan
b.   Mengelola masalah yang ditimbulkan oleh perubahan harga bergantung pada pemahaman yang akurat atas permasalahan tersebut
c.       Laporan dari para manajer mengenai permasalahan yang disebabkan oleh perubahan harga
d.      Semua jawaban benar
2.        Di Amerika keuntungan atau kerugian pos-pos moneter ditentukan dengan, kecuali
a.       Laba operasi
b.      Dolar konstan
c.       Saldo awal
d.      Saldo akhir
3.   Suatu perubahan harga terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan disebut
a.       Perubahan harga spesifik
b.      Perubahan harga umum
c.       Penyesuaian tingkat harga umum
d.      Semua jawaban salah
4.        Dari sudut pandang manajemen, ketidakakuratan pengukuran ini mendistorsi adalah
a.       Proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis.
b.      Anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja.
c.       Jawaban a dan b benar
d.      Jawaban a dan b salah
5.        Laba yang dinilai lebih pada gilirannya akan menyebabkan
a.       Penurunan dalam proporsi pajak.
b.      Permintaan dividen lebih sedikit dari pemegang saham.
c.       Permintaan gaji dan upah yang lebih rendah dari para pekerja.
d.      Tindakan yang merugikan dari Negara tuan rumah

Sumber:

Fatmawati, Daneswari, & Terecya. 2014. Akuntansi Bagi Perubahan Harga. Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu). Jepara 

EKSPOSUR DAN AKUNTANSI VALAS

Eksposur
Eksposur adalah objek yang rentan terhadap resiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila resiko yang diprediksikan benar-benar terjadi. Eksposur yang paling umum berkaitan dengan ukuran keuangan, misalnya harga saham, laba, pertumbuhan penjualan dan sebagainya.
Eksposur valuta asing adalah kepekaan perubahan dalam nilai riil aset, kewajiban atau pendapatan operasi yang dinyatakan dalam mata uang domestik terhadap perubahan kurs yang tak terantisipasi.

Pasar Valas
Pasar valas atau bursa adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai jumlah tertentu suatu mata uang diserahkan pada nilai tukar tertentu untuk mendapatkan mata uang lain. Berdasarkan pendapat Sartono, pasar valuta asing terdiri dari tiga transaksi yang biasa dilakukan, yaitu :
1.    Currency Spot Market
Spot Market merupakan transaksi valuta asing dengan penyerahan atau delivery saat itu juga (secara teoritis, meskipun dalam prakteknya transaksi spot diselesaikan dalam waktu dua atau tiga hari).
2.    Currency Forward Market
Forward Market merupakan transaksi dengan menyerahkan pada beberapa waktu mendatang sejumlah mata uang tertentu yang lain.
3.    Currency Swap Market
Swap Market merupakan transaksi pembelian dan penjualan sejumlah mata uang tertentu secara simultan pada dua tanggal (value date) tertentu.
Pelaku pasar valas terdiri dari perusahaan, masyarakat (perorangan), bank umum, broker (perantara), pemerintah, bank dan sentral.
Transaksi skala global yang dilakukan oleh perusahaan memiliki kemungkinan adanya risiko kerugian dan keuntungan yang akan diperoleh akibat fluktuasi kurs. Kemungkinan–kemungkinan yang mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian ataupun keuntungan yang disebabkan nilai mata uang yang mendenominasi berfluktuasi dinamakan eksposur valuta asing. Yuliati, berpendapat bahwa eksposur valuta asing akan dialami oleh perusahaan yang melakukan dan/atau menerima pendapatan dalam valuta asing. Ditinjau dari dampak pengaruhnya, terdapat tiga macam eksposur valuta asing :
1.    Eksposur Transaksi
Menurut Kuncoro, eksposur transaksi (transaction exposure) yang berasal dari kemungkinan diperolehnya keuntungan atau kerugian usaha (net cashflows) akibat transaksi yang terlanjur menggunakan mata uang asing sebagai denominasi.
2.    Eksposur Ekonomi
Kuncoro menuliskan bahwa eksposur ekonomi pada dasarnya merupakan cara melihat eksposur dalam jangka panjang dalam suatu perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional dan multitransaksi.
3.    Eksposur Akuntansi
Kuncoro dalam bukunya Manajemen Keuangan Internasional berpendapat bahwa eksposur akuntansi (accounting exposure) yang merupakan seberapa jauh laporan keuangan konsolidasi dan neraca suatu perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valuta asing. Eksposur akuntansi muncul karena laporan–laporan keuangan pusat perusahaan cabang perlu dikonsolidasikan oleh kantor pusat pada suatu mata uang yang kurs-nya berbeda dengan kurs pada saat terjadinya transaksi.
Berbagai metode dan teknik memberikan fasilitas bagi para pelaku pasar valas untuk mengantisipasi dan mengurangi akibat kemungkinan kerugian yang terjadi. Hedging contract forward merupakan salah satu strategi kontraktual yang dapat digunakan untuk melindungi transaksi, terutama transaksi penjualan ekspor.
Hedging (lindung nilai) menurut Eiteman, dkk adalah mengambil posisi, memperoleh arus kas, aset, atau kontrak (termasuk kontrak forward) yang akan naik (atau turun) nilainya dan meng-offset-nya dengan suatu penurunan (kenaikan) nilai dari suatu posisi yang sudah ada. Sedangkan yang dimaksud hedging dengan memakai contract forward menurut Hull, kontrak forward sama dengan kontrak futures pada perjanjian untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa yang akan datang dengan harga tertentu. Namun, kontrak forward lebih fleksibel dibanding kontrak lainnya karena kedua belah pihak dapat menentukan sendiri harga dan jangka waktu kontrak. Penentuan harga pihak eksportir dan importir dalam kontrak forward menggunakan pedoman forward rate. Menurut Hamdy Hadi, forward rate adalah kurs yang ditetapkan sekarang atau pada saat ini, tetapi diberlakukan untuk waktu yang akan datang, biasanya antara waktu 2 x 24 jam lebih sampai dengan 1 tahun atau 12 bulan.

Akuntansi Valas
Akuntansi Transaksi Valas adalah bagaimana transaksi tersebut harus dicatat dalam melaporkan valuta pada tanggal terjadinya transaksi dan pada saat penyelesaiaan. Dalam transaksi tunai, terdapat persetujuan umum bahwa transaksi harus dicatat dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi (spot exchange rate).
Ada 2 pandangan mengenai apakah transaksi harus dianggap sebagai sebuah transaksi tunggal atau 2 buah transaksi :
a.    Pendekatan Transaksi Tunggal
Pandangan dalam Pendekatan ini  yang digunakan adalah bahwa hanya ada satu transaksi ekonomi yang dicatat yaitu transaksi penjualan/pembelian. Sedangkan pelunasan utang atau penerimaan pelunasan piutang valas dianggap sebagai bagian esensial dari transaksi ekonomi untuk menjual atau membeli barang atau jasa.
b.    Pendekatan Transaksi Ganda
Dalam pendekatan ini utang dan piutang dianggap sebgai sebuah transaksi kedua yang berbeda atau terpisah dari transaksi asli yang berupa pembelian atau penjualan barang atau jasa. Dalam pendekatan ini manajemen tidak dapat memperkirakan besarnya kurs pada tanggal penyelesaian transaksi.

Metode Translasi
Ada empat metode-metode translasi yang telah ada dan dipakai oleh perusahaan-perusahaan multinasional di seluruh dunia, yakni:
1.    Pada metode current/noncurrent, aktiva lancar dan hutang lancar ditranslasikan pada kurs/rate saat ini (dengan kata lain hanya memperlakukan current assets dan current liabilities yang exposed (yang disesuaikan dengan nilai tukar yang berubah/postchange). Noncurrent assets dan noncurrent liabilities ditranslasian pada kurs/rate historis. Komponen-komponen laporan rugi/laba ditranslasikan pada kurs/nilai tukar rata-rata periode tersebut. Pengecualian ada pada revenues dan expenses yang berkaitan dengan noncurrent assets dan liabilities.
2.    Pada metode monetary/nonmonetary pos-pos neraca monetary (cash, account receivables dan payables, long term debt) ditranslasikan pada kurs mata uang saat ini. Non monetary account/pos-pos non moneter (inventory, fixed assets, long terminvestments) ditranslasikan pada kurs historis (dengan kata lain hanya menghitung assets dan liabilities moneter yang exposed). Laporan rugi/laba ditranslasikan dengan nilai tukar rata-rata selama periode tersebut. Pos-pos revenues dan expenses yang berkaitan dengan pos neraca non monetary ditranslasikan pada kurs yang sama dengan yang digunakan untuk mentranslasi pos-pos pada neraca.
3.    Metode temporal sama seperti metode monetary/nonmonetary dengan hanya sedikit perbedaan bahwa inventory bisa ditranslasikan pada kurs saat ini jika memiliki harga pasar (mentranslasi assets dan liabilities yang exposed dinilai pada current cost/biaya saat ini dan pada historical cost/biaya historis untuk assets dan liabilities yang unexposed).
4.    Pada metode current rate, seluruh pos neraca dan laporan rugi/laba ditranslasikan pada kurs saat ini (memperlakukan seluruh assets dan liabilities sebagai exposed).

Soal:
1.        Kepekaan perubahan dalam nilai riil aset, kewajiban atau pendapatan operasi yang dinyatakan dalam mata uang domestik terhadap perubahan kurs yang tak terantisipasi disebut
a.       Eksposur
b.      Eksposur valuta asing
c.       Eksposur ekonomi
d.      Eksposur akuntansi
2.        Metode translasi yang telah ada dan dipakai oleh perusahaan-perusahaan multinasional di seluruh dunia adalah
a.       Metode current/noncurrent
b.      Metode monetary/nonmonetary
c.       Metode temporal
d.      Semua jawaban benar
3.        Transaksi dengan menyerahkan pada beberapa waktu mendatang sejumlah mata uang tertentu yang lain adalah
a.        Forward Market
b.       Spot Market
c.        Swap Market
d.       Forward Rate
4.        Pelaku dari pasar valas adalah
a.       Bank umum
b.      Pemerintah
c.       Jawaban a dan b benar
d.      Jawaban a dan b salah
5.        Yang terdapat di pos-pos neraca monetary pada metode translasi yaitu, kecuali
a.       Aset Tetap
b.      Kas
c.       Piutang
d.      Hutang

Sumber:
Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. Salemba Empat. Jakarta
Sunardi dan Nanang Sunyoto. 2011. Akuntansi Internasional. Amara Book: Yogyakarta
Enggawati, Dzulkirom, & Hidayat. 2012. Analisis Penggunaan Teknik Hedging Contract Forward Untuk Mengurangi Kerugian Selisih Kurs Valas Atas Hasil Penjualan Ekspor. Universitas Brawijaya. Malang